Showing posts with label yatirachmat. Show all posts
Showing posts with label yatirachmat. Show all posts

Saturday, March 23, 2013

Salut buat Formulabisnis.

Source: Jokosusilo.com
Terus terang sejak saya bergabung dengan Formulabisnis yang dikelola oleh pak JokoSusilo, the very famous Internet Markerter, banyak pengetahuan yang telah saya peroleh.  Pengetahuan yang saya maksud adalah karena keharusan yang disarankan oleh Pak JokoSusilo bahwa sebagai Reseller Formulabisnis harus memiliki Akun Facebook dan Akun Blog. Saran-saran ini saya lakukan. Dengan sendirinya saya harus banyak belajar tentang dua hal ini.

Saya yang semula tidak tahu apa-apa tentang per-blogging-an akhirnya sedikit demi sedikit bisa meng-grab ilmu untuk kelanjutan kehidupan blog saya tersebut yang bernama BISNIS ONLINE.

Namun seiring dengan berjalannya waktu serta mindset yang saya miliki tidaklah atau belumlah terlalu kuat, akhirnya saya menjadi Reseller yang pasif setelah mendapat income yang tidak seberapa dari aktifitas ini.

Hal yang perlu dicatat adalah Formulabisnis tidak "men-delete" nama saya sebagai membernya. Buktinya sampai detik ini saya selalu menerima email-email secara teratur dari pak JokoSusilo yang memuat tentang postingan-postingannya yang terkini.

Salut buat Formulabisnis, semoga suatu saat saya bisa kembali aktif. Insya Allah.

Thursday, January 12, 2012

Del Monte, Del Monte, This Is Not My Day!


bannerkontes bannerkontesDua hari yang lalu aku terpaksa belanja disebuah Mini Market. Kenapa aku bilang “terpaksa”? Karena biasanya aku berbelanja bulanan ke Super Market. Disamping nyaman atmosfirnya, juga asyik untuk memilih belanjaan. Apa pun di Super Market tersedia. Lengkap. Sandang, pangan dan papan. Tapi karena aku gak belanja bulanan cuma perlu mencari satu item aja jadi cukuplah aku ke Mini Market yang gak jauh dari rumahku. Disini aku mengalami tiga hal yang bikin hati dongkol bin mangkel. Ketika mendorong pintu Mini Market terlihat pemandangan yang gak bikin nyaman mata memandang.  Karena semalam turun hujan menyebabkan tanah lembab dan tanah-tanah pun ikut terangkut di sandal atau sepatu para pembeli. Rupanya inilah sebabnya kenapa pemandangan jadi gak oke punya. Bayangkan ketika melangkah masuk MM di depan meja mesin kasir, berjejer karton-karton. Meliuk-liuk menutupi lantai. Berkelok-kelok tak beraturan menyusup ke koridor antar rak-rak yang berdiri dengan pongah mengundang mata pembeli.